GpMiGUz7GSCoGpr6GUziBUOp

BCA Guyur Kredit Rp17 Triliun ke DCII Milik Toto Sugiri untuk Ekspansi Pusat Data

BCA Guyur Kredit Rp17 Triliun ke DCII Milik Toto Sugiri untuk Ekspansi Pusat Data
BCA Guyur Kredit Rp17 Triliun ke DCII Milik Toto Sugiri untuk Ekspansi Pusat Data

MADIUNTERKINI.ID — PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), perusahaan yang dikendalikan oleh pengusaha Toto Sugiri, mendapatkan suntikan fasilitas kredit bernilai besar dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Nilai fasilitas pinjaman tersebut mencapai Rp17 triliun dan akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pengembangan bisnis perseroan.

Fasilitas pembiayaan jumbo ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan rencana ekspansi industri pusat data yang tengah berkembang pesat. DCII akan memanfaatkan dana tersebut untuk membiayai pembangunan hingga penyelesaian fasilitas data center serta memenuhi kebutuhan kapasitas pelanggan yang sudah memiliki kontrak.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, Corporate Secretary DCII Indri Koesindrijastoeti menjelaskan bahwa tambahan fasilitas kredit dari BCA diberikan untuk menunjang kebutuhan pembiayaan perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan ke depan.

”Fasilitas Kredit Investasi dengan total limit kredit sampai dengan Rp17 triliun yang akan digunakan untuk mendanai kebutuhan belanja modal perseroan dalam rangka pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data serta pemenuhan permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terkontrak,” katanya dalam keterbukaan informasi, Selasa (5/5/2026).

Kredit BCA untuk Perluasan Kapasitas Data Center DCII

Tambahan fasilitas kredit tersebut merupakan bagian dari strategi DCII dalam memperkuat kapasitas infrastruktur pusat data. Dana pinjaman akan diarahkan untuk kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan.

Dengan dukungan pendanaan ini, DCII memiliki ruang lebih besar untuk menyelesaikan proyek-proyek pusat data yang sedang berjalan sekaligus memperluas kapasitas layanan sesuai permintaan pelanggan.

Sejumlah aset perusahaan menjadi bagian dari jaminan atas fasilitas kredit tersebut. Agunan yang disiapkan mencakup tanah dan bangunan milik perseroan, termasuk mesin serta berbagai peralatan yang digunakan dalam operasional data center DCII.

Selain aset fisik, perusahaan juga menjadikan rekening giro DCII di BCA sebagai jaminan sementara. Ketentuan tersebut berlaku hingga seluruh aset jaminan lainnya selesai diikat secara sempurna.

Perusahaan turut menjaminkan hak tagih atas klaim asuransi sebagai bagian dari struktur agunan fasilitas pembiayaan tersebut.

RUPS Setujui Penjaminan Aset Perseroan

Dalam proses memperoleh pendanaan baru ini, DCII sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengalihkan serta menjadikan lebih dari 50 persen kekayaan bersih perusahaan sebagai jaminan utang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan memperoleh sumber pendanaan dari pihak ketiga, termasuk lembaga perbankan.

Manajemen DCII menyampaikan bahwa penambahan fasilitas kredit dari BCA tidak memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan usaha perseroan. Sebaliknya, fasilitas tersebut dinilai mampu memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan perusahaan.

Pembiayaan ini diproyeksikan dapat membantu DCII dalam memenuhi kebutuhan pembangunan pusat data yang menjadi bagian penting dari rencana ekspansi bisnis.

Selain itu, pendanaan tersebut juga mendukung kemampuan perusahaan dalam memenuhi layanan yang sudah memiliki perjanjian kontrak dengan pelanggan.

”Secara substansial, transaksi ini bersifat aditif terhadap kapasitas keuangan perseroan dan tidak merubah kegiatan usaha utama perseroan,” tambahnya.

Kondisi Keuangan DCII Usai Mendapat Kredit Jumbo

Mengacu pada laporan keuangan perusahaan, total aset DCII hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp7,26 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang berada di level Rp6,64 triliun.

Dengan nilai aset tersebut, jumlah aset DCII saat ini setara dengan sekitar 42,7 persen dari total fasilitas pinjaman yang diberikan BCA.

Dari sisi kewajiban, liabilitas DCII pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp2,87 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan akhir 2025 yang sebelumnya berada di angka Rp2,64 triliun.

Sementara itu, ekuitas perusahaan pada kuartal pertama 2026 tercatat mencapai Rp4,38 triliun. Nilai tersebut juga meningkat dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang berada di sekitar Rp4 triliun.

Dengan adanya fasilitas kredit Rp17 triliun dari BCA, DCII memiliki tambahan dukungan finansial untuk mempercepat pengembangan infrastruktur pusat data sekaligus memperkuat posisi bisnisnya di sektor teknologi.


Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Pewarta Sulsel tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

toto

Ketik kata kunci lalu Enter