GpMiGUz7GSCoGpr6GUziBUOp

Ekspor Udang Kaltim Tumbuh Positif, Windu dan Pink Beku Jadi Penyumbang Terbesar

Ekspor Udang Kaltim Tumbuh Positif Windu dan Pink Beku Jadi Penyumbang Terbesar
Ekspor Udang Kaltim Tumbuh Positif Windu dan Pink Beku Jadi Penyumbang Terbesar

KINERJA ekspor sektor perikanan Kalimantan Timur menunjukkan tren positif pada kuartal pertama 2026. Dua komoditas unggulan, yakni udang windu beku dan udang pink beku, menjadi penyumbang terbesar dalam aktivitas ekspor hasil perikanan dari provinsi tersebut selama periode Januari hingga Maret.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irma Listiawati, mengatakan kedua jenis udang itu masih menjadi komoditas yang paling banyak diminati pasar internasional.

Menurutnya, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, pengiriman berbagai produk perikanan non-hidup dari Kalimantan Timur didominasi oleh ekspor udang windu beku dan udang pink beku. Permintaan yang stabil dari negara tujuan ekspor menjadi salah satu faktor utama yang menjaga performa kedua komoditas tersebut.

"Sejak awal Januari hingga akhir Maret 2026, kedua jenis udang tersebut terus menjadi primadona dalam aktivitas ekspor perikanan Kalimantan Timur," ujar Irma di Samarinda, Kamis.

Berdasarkan data DKP Kalimantan Timur, total volume ekspor produk perikanan selama kuartal pertama mencapai sekitar 670,3 ton. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya kontribusi sektor kelautan terhadap aktivitas perdagangan luar negeri sekaligus menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Tidak hanya dari sisi volume, nilai ekonomi yang dihasilkan juga tergolong besar. Selama tiga bulan pertama 2026, transaksi ekspor komoditas perikanan Kalimantan Timur tercatat melampaui Rp122,7 miliar. Angka tersebut memperlihatkan bahwa produk perikanan lokal masih memiliki daya saing yang kuat di pasar global.

Keberhasilan tersebut dinilai tidak lepas dari meningkatnya kualitas produk hasil budidaya maupun tangkapan nelayan yang memenuhi standar ekspor. Selain itu, dukungan pemerintah daerah melalui pembinaan kepada pelaku usaha perikanan juga ikut berkontribusi dalam menjaga mutu produk sebelum dipasarkan ke luar negeri.

Udang windu selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas bernilai tinggi karena memiliki ukuran besar dan cita rasa yang disukai berbagai negara. Sementara itu, udang pink beku juga terus mencatatkan permintaan yang stabil berkat kualitasnya yang mampu bersaing di pasar internasional.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun. Dengan potensi sumber daya kelautan yang melimpah, sektor perikanan diyakini masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi sekaligus sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir.

DKP Kalimantan Timur juga terus mendorong peningkatan kapasitas produksi, penerapan standar mutu, serta penguatan rantai distribusi agar produk perikanan daerah mampu menjangkau lebih banyak pasar ekspor. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penghasil produk perikanan unggulan di Indonesia.

Ketik kata kunci lalu Enter